Monday, December 26, 2005

In my thought

It was snowy in whole day
But it made everybody happy
They enjoyed each dropping snow on the earth
White, white was everywhere

Could we learn from snow?
It made everything white and attractive
It gave euphoria as enjoyment in your live
Plants looked like gorgeous such as dancer was playing in the city

Whiteness of snow can inspire everyone in the world
Keeping their hearth always full of care for
Doing some activities regard human being, environment and Allah swt
Smiling is cheap but it makes everyone cheerful


Enjoy your live with love bro

Thursday, December 22, 2005

Happy mothers day


*
Hari masih pagi benar, karena waktu itu aku baru pulang dari tempat kerja pukul 5:20. Sudah dua hari aku gak pulang ke rumah karena kerjaan yang menumpuk di kantor dan aku merasa badan ku emang lagi tak enak rasanya. Sesampainya di rumah, aku mengeluh sama mamah tentang badanku yang tak enak. Aku disuruh membuka baju dan benar saja setelah ku buka baju ku, terlihat banyak sekali bentolan berisi cairan di tubuhku, ternyata aku kena cacar air. Apa yang mamah lakukan, beliau bukannya menghindar ketakutan, malah membasuhi sekujur tubuhku dengan serbuk putih (bedak) supaya tidak terasa gatal. Tanpa ragu dan tanpa berpikir dua kali, beliau lakukan itu karena sangat menyayangi anak yang ganteng ini (hehehe narsis euy). Itulah salah satu bentuk rasa kasih sayang mamah terhadapku.
Siangnya aku, pingin sekali ke dokter, dan aku merasa bisa pergi sendirian, tapi mamahku bilang dengan lembutnya„Tong sorangan, engke we jeung mamah rada sorean“ (jangan sendirian nanti ajah dengan mamah klo sudah sore). Mamah tidak rela klo aku pergi sendirian ke dokter, dan ingin selalu menjagaku. Walaupun hanya sebantas mengantar ke dokter, tapi aku tahu beliau sangat menyayangi ku dan selalu ingin melindungiku karena beliau benar2 mencintai seluruh anak anaknya.
*
Hari terakhir sebelum pergi ke jakarta, aku sedang mempersiapkan semua perlengkapan untuk kost. Sedang asyik asyiknya aku kerja sekilas mamaku masuk kamar, terus beliau menatap semua perlengkapan yang akan aku bawa. Kemudian dia berkata lembut, „bentar ...“. Beberapa menit kemudian beliau datang lagi sambil membawa sejadah yang masih baru. „Di sana kamu jangan lupa shalat, supaya kamu merasa nyaman dalam menghadap Allah swt, bawalah sejadah baru ini“ itulah ucapan lembut dari mamahku yang aku ingat. Mamah adalah guru ngaji ibu ibu di kampungku, beliau juga teman guru agama di SMP. Hampir tiap malam jumat, waktunya dihabiskan untuk mengaji dan berdoa. Setiap selesai shalat magrib, beliau akan selalu meneruskannya dengan shalat sunat dan berdzikir sampai tiba waktu Isya. Sewaktu aku kecil beliau selalu mengingatkan aku untuk tidak lupa shalat lima waktu. Itu lah sosok mamahku yang walaupun sederhana beliau selalu memperhatikan pendidikan agama bagi anak2 nya.

Cerita di atas hanyalah sebagian kecil kisah ketangguhan mamahku, dalam mengasuh dan mencintai anak2nya. Belum lagi kisah waktu aku masih bayi yang sangat rewel, tetapi mamah dengan sabar selalu merawat dan menjagaku sehingga aku menjadi dewasa seperti ini.

Aku sangat rindu dengan masa masa itu. Sekarang aku hanya bisa mengenang, karena waktu terus berjalan dan kehidupan selalu berubah.
Sekarang mamah sudah tenang menjalani kehidupan abadi di alam Baqa sanah dan saya yakin mamah bertemu dangan bapak (yang terlebih dahulu meninggal) di alam sana, di tempat yang indah di alam Barzah (Amien...). Tanggal 20 September 2003 pukul 4.50 pagi mamah meninggalkan kita semua anak2nya karena menderita Sirosis hati, yang baru ketahuan penyakitnya 6 bulan sebelum meninggal.

Kerinduanku terhadap mamah, bisa aku rasakan dalam mimpi mimpiku. Selama di berlin ini aku sering sekali mimpi bertemu dengan mamah. Dan kalaupun aku mimpi bertemu dengan beliau aku selalu menyempatkan memeluknya, menciumnya dan mendekapnya erat supaya aku bisa terus dekatnya. Serta tak lupa mohonkan maafku karena selama hidup beliau aku belum sempat membalas semua kebaikan dan rasa cintanya kepada beliau.

Happy mothers day, mom...

Sunday, November 13, 2005

wajah bau

cuman iseng ajah nih pingin ngucapin makasih sama penasehat spiritualku. Dia telah memberikan pencerahan yang banyak sehingga aku bisa meliahat wajahku yang bau (ehhhh baru gicuhhhhh). Untuk bu Admin makasihhhhhhhhhhhhhhh yah....sorry gwe gak bisa nge link blog kamu soalnya gwe mah gaptek nih gak ngerti euy caranya.....

up date: bu adminya uda di link euy...makasih2

Saturday, November 05, 2005

Eid Mubarak


Meskipun terlambat tapi pingin ngucapin (gak pake basa basi lho, insya allah tulus dari hati kecil ini);
Taqobalallohu minna wa minkum, syiamana wa syiamakum

Selamat hari raya Idul Fitri

1426 H
Minal Aidzin walfa Idzin
mohon maaf lahir bathin


rahmat thea

Tuesday, October 18, 2005

off line message (olm)

Beberapa waktu yang lalu aku terima off line message (olm) dr temenku di Indonesia. Klo dalam gank kita, dia sepertinya sudah diangkat menjadi kepala biro rumah tangga gank. Sebab kalo misalkan diantara kita perlu bantuan sesuatu, semisalkan nyebarin undangan, nyari informasi ttg temen yang lain ato hal2 yg berhubungan dg keperluan diantara kita, pasti deh minta bantuan sama dia (dia mah seneng bangeut sih dikerjain temennya hahahaha...)
Dan ternyata kemaren dia kirim olm gini:
" hallo mat, cageur?"
" maneh masih ingeut teu ka si A, urang kamari karek papanggih jeung manehna"
" kayakna mah, manehna keur neangan calon salaki"
" serius mat iyeu mah, maneh daek teu..."

Oh iya, dia emang ngirim message nya dalam bahasa sunda, aku percaya kalian pada ngerti kan.
Kembali lagi ke topik, dulu, ingeut yah dulu bangeut pas aku masih kuliah (hahaha ketaun gue udah tuirnya) emang aku pernah ketemu sama si A ini, seingatku paling banyak mungkin 3 kali, dan itupun selalu barengan sama temenku. Aku tidak menginginkan membicarakan si A ini, tapi yang aku mau ceritakan tentang masalah olm dari temenku. Aku ngerti mungkin maksud temenku baik, dan ia emang termasuk orang yg sangat perhatian sama temen2 nya.
Untuk sementara aku gak tanggapi, aku pikir hanya iseung saja. Tetapi sepertinya dia bermaksud serius, besoknya dia kirim olm lagi

" mat, iyeu mah serius..."
" maneh daek teu..."
" mun teu percaya ngomong we ka manehna"
" ku urang di bere no telpon"
" iyeu yeh no telpna 0062 22 665****"

Walah kok bisa sampe segitunya, aku ngerti maksud temenku ini baik tapi kok aku maleus nanggapinya, untuk sementara ini aku lg bener bener maleus ngomongin ce...
Oh ya semuanya ngerti kan sama bhs sunda, gampang kan...

Ya udah klo gak ngerti ato setengah ngerti aku terjemahin yah, gini intinya
" mat gimana kabarnya, kamu masih inget kan sama si A, kemaren aku katemu sama dia, sepertinya dia lagi mencari calon suami, serius mat ini mah, kamu mau gak...."
dan untuk yang keduanya...
"mat, ini bener2 serius, mau gak, klo gak percaya bicara ajah sama dia, nih saya kasih no telpnya, 0062 22 665****"
OK deh udah pada ngerti kan...

Sampe sekrang message itu belum aku bales, emang sih selain dia dulu juga ada temen gank ku yang lain nanyain tentang si A ini, dan sama juga pertanyaannya dengan temenku yang satu ini.

arghhhhhhhhhhhh....sudah lahhhh

Entah lah pada saat saat ini kok semuanya terasa maleus bangeut untuk di omongin. Sekarang ini aku masih pingin konsentrasi dulu sama kerjaan ku, mungkin di lain waktu aku berubah pikiran, dan aku bisa ngomongin masalah satu ini dg serius.

Jadi untuk temenku maaf ajah yah, klo ofm nya gak di baleus, mungkin aku baleus nanti, tapi entah kapan......

Sunday, October 09, 2005

Indahnya Kebersamaan

Bukan maksudku untuk menjiplak sebuah acara di Tv swasta di Indonesia. Tapi entah bagaimana sepertinya judul ini sangatlah cocok untuk menggambarkan suasana pada saat buka puasa (ifthar) bersama kemaren.
Hari Sabtu, mungkin seperti hari sabtu yang lainnya dengan rutinitas yang hampir sama, tapi bagiku hari sabtu ini terasa berbeda. Sabtu ini merupakan sabtu pertama di bulan suci ramadhan, dan hari pertama juga pelaksanaan buka puasa (ifthar) bersama di mesjid Al falah. Diawali dengan pengantar buka puasa dengan siraman rohani oleh Ustad Ibnu Jarir sampai menjelang berbuka puasa.
Setelah shalat magrib, dimulailah ifthar bersama. Makanan di sajikan dalam mangkok plastik berjejer diatas alas plastik. Kemudian kita berbuka puasa bersama menggunakan piring plastik. Di rumah Allah swt ini tidak ada perbedaan, siapapun dia. Baik itu pejabat, menteri, duta besar, deputi, atase ataupun student. Semuanya sama merasakan makanan yang sama, bercengkrama tanpa memandang status atau kedudukan lawan bicaranya. Semuanya sama, memakan hidangan dan menggunakan piring yang sama. Duduk sejajar diatas karpet mesjid yg kebetulan baru, dan merasakan karpet yang sama tidak ada perbedaan bagi setiap orang. Setiap orang dapat menikmati makanan yang sama, dan makan dengan lahapnya. Setelah makan, tanpa sungkan sungkan dan suka rela semua membantu membereskan piring kotor dan sisa makanan. Semau mempunyai kesadaran dan keinginan yang sama untuk menjaga kebersihan dan merawat keindahan mesjid tercinta ini.
Betapa indahnya kebersamaan ini, ohh andaikan setiap hari seperti hari ini dan setiap bulan adalah bulan suci ramadhan, betapa indahnya bulan suci Mu ya Allah swt. Walaupun aku tahu bahwa Engkau hanya menunjukan bagian yang sangat kecil dari keindahan yang lain yang menjadi RahasiaMu. Semua ini harapan dan aku hanya ingin mengatakan semoga...

Wednesday, September 28, 2005

Pertengkaran

“I guess, we don’t talk each other again”
Itu lah kata yang dia ucapakan, pada saat terakhir pertengkaran kita. Ini bukan pertengkaran yang pertama, tapi mungkin pertengkaran yang ke 1000 kalinya, tapi dalam setiap pertengkaran dia belum pernah mengucapkan kata kata seperti itu.
Aku tidak menjawab, dan tidak mau memperpanjanga omongan lagi. Dia pun pergi.
Pertengkaran dapat memberikan kita pengalaman dan membuat kita bisa saling intropeksi diri. Pertengkaran dapat membuat kita lebih dewasa, dan menarik mana dari pergaulan antar teman. Dan pertengkaran dengan temanku ini biasanya tidak berumur lama, paling 1-2 jam lagi kita udah baikan dan saling hahaha hihihi lagi.

Coba tebak apa yang terjadi setelah pertengkaran itu….
Hahahahaha betul, 1 jam kemudian kita pun pulang bareng dan gak pernah mengungkit ngungkit kesalahan yang lalu. Di U-Bahn (kereta bawah tanah), percakapan berjalan lancar dan malah masih sempat ngomongin ce di sebelah gwe. Yang menurut dia keliatan bodoh, tapi cantik. Ah dasar dia mah , mentang mentang ceweknya udah punya pacar, masih ajah komentar cewek bodoh.
Itulah temanku, dibalik dari kekurangan dan kelebihan dia, kita tetep terus jalan bareng. Sebentar ngomel, sejurus kemudian dia memuji. Huaahhhh di pikir pikir sepertinya kita ini bener2 mirip anak kecil deh…Tapi gak apa2 lah mudah mudahan dari pertengkaran ini membuat kita tambah dewasa.